Dzikir nafas Syeikh siti jenar & Syarif Hidayatullah.
1. ketika anda bernafas tepat pada tarikan oksigen, maka yang harus anda fokuskan ialah lafadz "Hu (Dia)".
2. baru setelah hembusan nafas maka fokuskan pada lafadz "Allah".
begitu terus berulang-ulang.
Perlu diingat, bahwa pada lafadz "hu" harus benar-benar apda rasakan Dia mengalir di pembuluh-pembuluh nadi dan menyebar ke segenap penjuru oragan tubuh.
Dan pada lafadz "Allah" ketika dihembuskan, rasakan bahwa yang diluar tubuh anda tidak lepas dari "Tangan-Nya".
Jika anda ikhlas semata karena Allah, maka anda akan bertatapan dengan-Nya, tentunya bukan dengan pancra indra, tapi lebih dari itu.
Jika anda ingin tahu metode dzikir nafas walisongo yang lain (kecuali Raden Syarif Hidayatullah/Sunan Gunung Jati) tinggal membalik "hu" pada hembusan nafas, dan "Allah" pada tarikan nafas
Semoga bermanfaat.
Wallahu A'lam bishshowab.
1. ketika anda bernafas tepat pada tarikan oksigen, maka yang harus anda fokuskan ialah lafadz "Hu (Dia)".
2. baru setelah hembusan nafas maka fokuskan pada lafadz "Allah".
begitu terus berulang-ulang.
Perlu diingat, bahwa pada lafadz "hu" harus benar-benar apda rasakan Dia mengalir di pembuluh-pembuluh nadi dan menyebar ke segenap penjuru oragan tubuh.
Dan pada lafadz "Allah" ketika dihembuskan, rasakan bahwa yang diluar tubuh anda tidak lepas dari "Tangan-Nya".
Jika anda ikhlas semata karena Allah, maka anda akan bertatapan dengan-Nya, tentunya bukan dengan pancra indra, tapi lebih dari itu.
Jika anda ingin tahu metode dzikir nafas walisongo yang lain (kecuali Raden Syarif Hidayatullah/Sunan Gunung Jati) tinggal membalik "hu" pada hembusan nafas, dan "Allah" pada tarikan nafas
Semoga bermanfaat.
Wallahu A'lam bishshowab.
